Persib Bandung

Persib Bandung

Persib Bandung

Skuad Terbaru Persib Bandung Untuk Indonesian Super Competition 2016. Setelah Sriwijaya FC melengkapi punggawanya untuk menatap Piala Gubernur Kaltim pada bulan Februari dan ISC 2016 pada Maret nanti. Giliran Persib Bandung mulai melakukan pergerakan bursa transfer pemainnya setelah memastikan Dejan Antonic sebagai pelatih barunya.

Seperti sebelumnya ketika menyambut Indonesian Super League (ISL) 2015, bidhuan.com secara eklusif akan mengulas profil klub-klub yang berlaga di ISC 2016 sebagai pengganti ISL 2016.

Profil Klub

logo persib baru2

Nama lengkap Persatuan Sepak Bola
Indonesia Bandung
Julukan Maung Bandung
Pangeran Biru
Didirikan 14 Maret 1933
Stadion Gelora Bandung Lautan Api
Bandung, Indonesia
(Kapasitas: 38.000)
Direktur Jendral Glenn Sugita
Manajer Umuh Muchtar
Pelatih Dejan Antonic

Prestasi

Liga Nasional
Perserikatan
Juara (5): 1937, 1961, 1986, 1990, 1994
Runner-up (8) : 1933, 1934, 1936, 1950, 1959, 1960, 1983, 1985
Liga Indonesia
Juara (2): 1995, 2014
Runner-Up (0):
Piala Nasional
Piala Indonesia
Juara (0):
Runner-Up (0):
Turnamen Nasional
Siliwangi Cup
Juara (4): 1981, 1989, 1994, 2000
Persija Cup
Juara (1): 1991
Kang Dada Cup
Juara (1): 2008
Celebes Cup
Juara (1): 2012
Jusuf Cup
Juara (1): 1979
Juara Cup
Juara (1): 1957
Piala Walikota Padang
Kuara (1) : 2015
Piala Presiden
Juara (1) : 2015
Internasional
Pesta Sukan (Sultan Brunei Cup)
Juara (1): 1986
Liga Champions Asia
Perempatfinal (1): 1995

Skuad Persib Bandung 2016

Tentunya akan selalu diupdate pemain baru yang resmi berbaju Maung Bandung. Persib Bandung berencana akan memakai 25 pemain untuk ISC 2016. 3 pemain asing salah satunya adalah memanggil kembali Vludomir Vujovic.

Saat ini, manajemen sedang mencari Kiper dan playmaker. Khusus untuk Zulham Zamrun masih menunggu kesembuhan.

Pemain DIKLAT Persib yang ikut bersama tim senior saat ini : Febri Hariyadi, Gian Zola, Jujun Saepuloh, Alfat Fathir, Sugianto, Agung Mulyadi, Henhen Herdiana dan Angga Febriyanto

Posisi Nama Tanggal Lahir
Kiper
GK I Made Wirawan 1 Desember 1981
GK Muhammad Ridwan  26 Maret 1991
GK Muhammad Nathsir 13-Feb-93
Bek
DF Dias Angga Putra 6 Mei 1989
DF Rahmat Hidayat 10 Maret 1991
DF Hermawan  9 Mei 1983
DF Jajang Sukmara 18-Nov-88
DF Vladimir Vujovic  23 Juli 1982
DF Muhammad Agung Pribadi 23 Juli 1989
DF Tony Sucipto 12 Februari 1986
DF Febri Hariyadi 19 Februari 1996
DF Purwaka Yudhi 11-Apr-84
DF Rudolf Yanto Basna 18 Juni 1995
Pemain Tengah
MF Hariono 2 Oktober 1985
MF Kim Jefrey Kurniawan 23 Maret 1990
MF Atep Rizal (Captain) 5 Juni 1985
MF David Laly 7-Nov-91
MF Gian Zola 5 Agustus 1998
MF Robertino Pugliara 21 Februari 1984
MF Taufiq 29-Nov-86
Penyerang
FW Tantan 6 Agustus 1982 (32 tahun)
FW Rudiyana 4 Mei 1992 (Usia 22)
FW Yandi Sofyan 25 Mei 1992 (umur 22)
FW Samsul Arif 14-Jan-85
FW Juan Belencoso 1-Sep-81
FW Zulham Zamrun 19 Februari 1988
FW Sergio Van Dijk 6 Agustus 1982

Persija Jakarta

Profil dan Skuad Persija Jakarta Untuk Indonesian Super Competition 2016. Pasca pelatih anyar Paulo Camargo mendampingi latihan perdana (17/2) tim kebanggaan warga Jakarta ini, terus mengasah kemampuan para punggawa yang banyak dihuni pemain muda.

Tercatat 25 orang resmi menjadi punggawa Persija, termasuk 3 pemain asing yakni Patrick Da Silva, Wellington, dan Mekan Nasyrov.

Berikut adalah profil Persija dan Skuat 2016 yang akan terus di update

Logo_Persija

Nama lengkap Persatuan Sepak bola Indonesia
Jakarta
Julukan Macan Kemayoran
Didirikan 28 November 1928 sebagai VIJ Jakarta
Stadion Stadion Utama Gelora Bung Karno,Jakarta, Indonesia
(Kapasitas: 88.083 tempat duduk)
Ketua Umum  Ferry Paulus
Pelatih  Paulo Camargo

Bursa Transfer Persija Jakarta 2016

Masuk : Rio Ramadika, Fandi Ahmad, Egi Meigiansyah, William Pacheco, Jose Adolfo Guerra, Sutanto Tan, Hong Soon Hak

Keluar : Raphael Maitimo, Pacho Kenmoge, Vava Mario Yagalo, Dirga Lasut, Syahroni, Rafid Lestaluhu, M. Ilham

Skuad Sementara Persija Jakarta 2016

1. Ismed Sofyan
2. Andritany Ardhiyasa
3. Ramdani Lestaluhu
4. Amarzukih
5. Maman Abdurrahman
6. Gunawan Dwi Cahyo
7. Novri Setiawan
8. Fimransyah
9. Rudi Setiawan
10. Reky Rahayu
11. Rizky Darmawan
12. Andik Rendika Rama
13. Ade Jantra
14. Fandi Ahmad
15. Aldi Al Achya
16. Tanjung Sugiarto
17. Reza Aldi
18. Rio Ramadika
19. Ambrizal Umanailo
20. Bambang Pamungkas
21. William Pacheco,
22. Hong Soon Hak
23. Ismed Sofyan
24. Egi Meigiansyah
25. Jose Adolfo Guerra
26. Sutanto Tan

Seleksi (7/4) Patrick Da Silva, Rafael Dos Santos Lima, William (bek asal Brasil) yang sudah datang Jumat, Ransford Addo (bek asal Belgia), Hasyim (gelandang bertahan asal Yordania), dan Piere Boya (striker asal Kamerun).

Arema Cronus

Arema Cronus

Arema Cronus

Berikut adalah profil peserta Torabika Soccer Championship 2016, dimana klub ini merupakan salah satu klub terbaik di Indonesia. Arema Cronus sejak tahun 2013, selalu menjadi klub unggulan dalam setiap kompetisi yang di ikutinya. Tidak mengherankan memang karena klub ini di huni oleh pemain-pemain terbaik saat ini di Indonesia.

 

Di kompetisi Tobarika Soccer Championship 2016 ini, Arema Cronus kembali mematok target tinggi untuk menjadi juara. Target yang masuk akal mengingat selain kualitas pemain yang di miliki, persiapan tim ini juga sangat panjang.

Masuknya pelatih asal Bosnia Milomir Seslija, akhir Januari 2016 lalu, terbukti meningkatkan performa tim ini. Salah satu contohnya adalah keberhasilan Arema mendapatkan dua gelar yaitu Bali Island Cup 2016 dan Torabika Bhayangkara Cup 2016 hanya dalam rentang waktu dua bulan.

Kesuksesan tersebut tentunya tidak terlepas dari kualitas pemain yang mereka miliki. Sejak menggunakan nama Cronus dibelakang nama klub, klub ini memang memiliki sumber dana melimpah berkat sokongan salah satu pengusaha sukses Indonesia, Bakrie Grup.

Sederetan pemain berlabel bintang pun mampu mereka datangkan, tercatat nama-nama beken di persepakbolaan Indonesia pernah bermain di klub ini dalam periode 2013 – 2015 diantaranya adalah Greg Nwokolo, Kayamba Gumbs, Victor Igbonefo, Thierry Gathuessi, Cristian Gonzales, hingga Beto Goncalves didatangkan bersamaan.

Walau kala itu mereka belum mampu menghasilkan gelar ISL ( Indonesia Super League ) namun gelar dan piala domestik lainnya berhasil mereka rebut diantaranya adalah Menpora Cup, Piala Gubernur Jatim, Inter Island Cup, SCM Cup, Trofeo Persija, dan Bali Island Cup 2015..

Arema Menjadi Juara Bhayangkara Cup 2016

Arema Menjadi Juara Bhayangkara Cup 2016

Setelah jor-jor an pemain selama tiga tahun terakhir, akhirnya Arema Cronus mulai membelanjakan pemain sesuai dengan kebutuhan saja. Hal ini diperparah dengan kucuran dana dari Bakri Grup yang terus menurun.

Petaka kembali bertambah dengan vakumnya kompetisi sepakbola di Indonesia akibat perselisihan PSSI dengan pemerintah. Financial pun kacau balau akibat sponsor pun ragu untuk kembali menanamkan modalnya, akibat tiadanya kompetisi.

Imbas dari penurunan ini mereka hanya mampu berada di babak semifinal saja dalam ajang Piala Jenderal Sudirman dan Piala Presiden yang berlangsung tahun 2015 lalu. Namun pihak manajemen bergerak cepat dengan segera mengganti arsitek tim yang kala itu berada di tangan Joko Susilo kepada Milomir Seslija yang terbukti efektif.

Perekrutan pemain yang dilakukan oleh pelatih asal Bosnia tersebut pun menjadi salah satu kunci keberhasilan Arema meraih dua gelar dalam waktu dua bulan tersebut. Pemain yang didatangkan menjadi pemain-pemain kunci yang juga beberapa diantaranya masih bertahan sebagai pemain reguler Arema di TSC 2016 ini, mereka diantaranya adalah Srdan Lopicic, Goran Gancev, Hamka Hamzah, dan dua pemain muda Antoni Putro Nugroho serta Ryuji Utomo.

Pemain-pemain Arema saat ini juga dipenuhi beberapa pemain-pemain yang berada di usia emasnya seperti Dendi Santoso, Hendro Siswanto, Ahmad Alfarizi, Hasim Kipuw, serta Kurnia Meiga. Sementara pemain senior yang membela klub kebanggaan kota Malang ini diantaranya Cristian Gonzales, Srdan Lopicic, Raphael Maitimo, Hamka Hamzah, dan Goran Gancev.

PROFIL DAN DATA KLUB AREMA CRONUS

Prestasi Arema Cronus 

  • Juara Galatama (1992)
  • Juara ISL (2010)
  • Juara Menpora Cup (2013)
  • Juara Piala Gubernur Jatim (2013)
  • Juara MNC Cup (2014)
  • Juara Inter Island Cup (2014)
  • Bali Island Cup (2015 dan 2016)
  • Juara Trofeo Persija (2014 dan 2015)
  • Juara Sunrise of Java (2015)
  • Juara Bhayangkara Cup (2016)
Daftar dan Susunan pemain ( Skuad ) Arema Cronus

Daftar dan Susunan pemain ( Skuad ) Arema Cronus

Susunan Pemain:

Kiper: Kurnia Meiga Hermansyah, Achmad Kurniawan, I Made Kadek Wardana, Utam Rusdiana.

Belakang: Hamka Hamzah, Goran Gancev, Ryuji Utomo, Benny Wahyudi, Hasim Kipuw, Syaiful Indra Cahya, Ahmad Alfarizi, Junda Irawan.

Tengah: Raphael Maitimo, Hendro Siswanto, Srdan Lopicic, Esteban Vizcarra, Dendi Santoso, Ahmad Bustomi, Arif Suyono, Juan Revi, Ferry Aman Saragih, Dio Permana, Oky Derry Andrian

Depan: Cristian Gonzales, Sunarto, Antoni Putro Nugroho.

Cristian " El - Loco " Gonzales

Cristian ” El – Loco ” Gonzales

Pemain Bintang : Cristian Gonzales

Salah satu contoh bagi pemain muda manapun di Indonesia, walau sudah berusia tidak muda lagi untuk seorang pemain bola, 39 tahun namun pemain ini masih mampu berkontribusi penting bagi klubnya Arema Cronus.

Memang Cristian Gonzales tidak diragukan sudah sangat pantas untuk menjadi salah satu legenda pemain Indonesia. Pemain naturalisasi asal Uruguay ini justru terlihat lebih fresh dan bugar memainkan peran barunya bersama Milomir Seslija.

Lama bermain sebagai target man di klub manapun sebelumnya, kini posisi baru harus diembannya dengan bermain lebih melebar yang tentunya jauh menguras fisik dan stamina. Namun hebatnya peran tersebut mampu dilakoninya dengan sempurna.

El Loco dengan peran barunya tersebut dapat kita lihat di beberapa pertandingan awal Arema Cronus serta di partai final kejuaraan Torabika Bhayangkara Cup 2016 melawan Persib Bandung. Walau kala itu dia tidak mencetak gol, namun sumbangan assist umpan silangnya mampu ditanduk dengan sempurna oleh tandemnya di lini depan, Sunarto.

Berkat kegigihan dan kemauan yang keras itu pulalah posisinya di lini depan tetap tak tergantikan walau telah berusia lanjut bagi pesepakbola. Beberapa tandemnya yang juga memiliki nama tenar boleh saja keluar dari klub seperti Beto Goncalves ( 2013/2014 kini Sriwijaya FC ) dan Samsul Arif ( 2014/2015 kini Persib Bandung ), namun pihak manajemen masih menahannya, menunjukkan peran pentingnya bagi Arema.

Kini wacana untuk mendatangkan salah satu striker dari Asia mengemuka, namun satu yang pasti pemain boleh datang dan pergi, tapi posisi El – Loco di lini depan Arema masih akan terus bertahan, walau kini harus lebih bermain melebar untuk memberi ruang bagi tandemnya.

Milomir Seslija, Pelatih Arema Cronus

Milomir Seslija, Pelatih Arema Cronus

Pelatih : Milomir Seslija

Jika anda melihat pertandingan Arema Cronus dan melihat ada sosok yang selalu berdiri memberi instruksi dan tidak jarang tampak emosional dan ekspresif maka itu lah dia Milomir Seslija pelatih Arema Cronus asal Bosnia.

Pelatih berusia 51 tahun ini memang emosional baik kala pertandingan maupun hanya di latihan. Amarahnya kerap meluap-luap apabila ada instruksi atau keinginannya tidak mampu di implementasikan oleh anak-anak asuhnya.

Namun jika Arema mampu mencetak gol, tak jarang justru perayaan gol yang dilakukannya malah tak kalah heboh dibandingkan pencetak gol tersebut. Mirip seperti Jurgen Klopp di Liverpool, bahkan kemiripan lainnya adalah mereka sama-sama tak kenal takut untuk bersitegang dengan pemain atau staff dan pelatih pemain lawan.

Contohnya adalah ketika meladeni ejekan dari beberapa mantan pemainnya Kiko Insa yang kini membela Bali United dan Bambang Nurdiansyah ( Pelatih PS Polri ) kala tidak puas dalam keputusan wasit pengadil pertandingan.

Namun dibalik seluruh sikapnya yang eksplosif tersebut, Milo sesungguhnya adalah pelatih jenius dan sangat disiplin. Dia tak segan-segan untuk turun tangan langsung mengatur makanan, jam istirahat serta kebiasaan dari pemain-pemainnya.

Soal taktik dan strategi dia adalah pelatih jempolan dengan segudang alternatif pilihan formasi mulai dari 4 – 3 – 3 , 4 – 5 – 1 maupun 4 – 4 – 2. Milomir pun tak segan-segan mengkritik dan mendepak pemain bintang yang menjadi kesayangan Aremania jika memang pemain tersebut tidak cocok di Arema.

Salah satu contoh anyarnya adalah mendepak dua pemain asal Spanyol yang juga merupakan pemain pujaan publik Arema, Kiko Insa dan Toni Espinosa. Kritikan dari suporter Arema yang menyebutkan kesalahan melepas kedua pemain tersebut, dibalasnya dengan memberikan dua trophy kepada publik Arema, yaitu Bali Island Cup dan Torabika Bhayangkara Cup di tahun 2016 ini.

 

Torabika Soccer Championship ( ISC ) 2016

Torabika Soccer Championship ( ISC ) 2016

Torabika Soccer Championship ( ISC ) 2016

Indonesia Soccer Championship ( ISC ) atau yang kini lebih sering disebut menjadi Torabika Soccer Championship ( TSC ) merupakan sistem kompetisi bentukan sepakbola Indonesia yang menggantikan kompetisi sebelumnya yaitu Indonesia Super League ( ISL ) hasil dari PSSI yang dibekukan oleh pemerintah hingga akhirnya pembekukan tersebut dicabut pada 13 Mei 2016 lalu.

Apa itu TSC ?

Torabika Soccer Championship 2016 ini memiliki dua sistem kompetisi yaitu TSC A dan TSC B. Untuk TSC A memiliki jumlah peserta sejumlah 18 tim yang bermain di kompetisi ISL, dan TSC B di ikuti oleh tim-tim yang dahulunya bermain di kompetisi Divisi Utama ( DU )

Kompetisi ini digulirkan dan dijalankan oleh PT Gelora Trisula Semesta dengan tujuan utamanya adalah untuk mengisi kevakuman kompetisi sepakbola di tanah air, setelah divakumkannya PSSI oleh pemerintah yang berbuntut pula dengan pelarangan ISL.

Sama seperti ISL kompetisi ini juga menggunakan sistem liga dengan home & away ( kandang dan tandang ). Namun terdapat perbedaan utama yaitu TSC tidak memiliki sistem promosi / degradasi

Para Peserta TSC

TSC di ikuti oleh klub-klub dari Indonesia Super League yang terdiri dari 18 tim, namun terdapat beberapa perubahan nama mengingat terjadinya akuisisi klub oleh beberapa pihak yaitu :

  • Persiram Raja Ampat yang mengubah namanya menjadi PS TNI
  • Pelita / Persipasi Bandung Raya yang mengubah namanya menjadi Madura United
  • Persebaya Surabaya menjadi Surabaya United dan kemudian menjelang bergulirnya kompetisi ini kembali mengubah namanya menjadi Bhayangkara Surabaya United setelah 38% saham mereka akhirnya dibeli oleh PS Polri
Peserta TSC A 2016

Peserta TSC A 2016

Daftar Peserta TSC A

  • Arema Cronus
  • Persib Bandung
  • Persija Jakarta
  • Persipura Jayapura
  • Sriwijaya FC
  • PSM Makassar
  • Mitra Kukar
  • Semen Padang
  • Persiba Balikpapan
  • Pusamania Borneo FC
  • Barito Putera
  • Bali United FC
  • Bhayangkara Surabaya United
  • PS TNI
  • Madura United
  • Perseru Serui
  • Persela Lamongan
  • Gresik United

Subsidi, Hadiah & Anggaran

PT Gelora Trisula Semesta selaku penyelenggara, mengungkapkan biaya untuk menggelar kompetisi ini berkisar Rp. 375 Milyar, dan nantinya tiap klub yang berkompetisi di TSC A akan mendapatkan dana subsidi dengan nominal minimal Rp. 5 Milyar. Jumlah itu akan bertambah dengan pemasukan dari hak siar dan prestasi ditingkat klasemen

Sementara itu untuk hadiah bagi pemenang kompetisi ini akan mendapatkan Rp.3 Milyar dan runner up akan mengantongi Rp. 2 Milyar. Selain itu, untuk pertama kalinya di Indonesia akan diterapkan sistem / pembatasan anggaran belanja pemain yaitu sebesar Rp. 5 – 10 Milyar.

Selain itu tiap klub pun dibebaskan menggunakan marquee player yang berjumlah maksimal 3 pemain.

Regulasi Pemain Asing & Wasit di TSC

Untuk kompetisi TSC ini pihak penyelenggara memberikan batasan / regulasi untuk pemain asing yaitu berjumlah 4 pemain. Rinciannya adalah 3 pemain asing ( bebas ) dan 1 pemain asing di level Asia. Pendaftaran pemain ini masih akan terbuka hingga bulan Mei.

Sementara untuk pengadil pertandingan / wasit, TSC juga sudah menyaring seratusan wasit yang diharuskan mengikuti tes terlebih dahulu. Dari jumlah seratusan tersebut, pengadil lapangan tersebut akan diperas lagi menjadi hanya 68 wasit dengan rincian 32 wasit utama ( tengah ) dan 36 asisten wasit.

Sementara untuk wasit-wasit yang tidak terpilih akan dialihkan kan ke jenjang kompetisi dibawahnya yaitu TSC B.

Sponsor dan Hak Siar

Sponsor tentunya sudah tidak aneh dalam menggelar sebuah kompetisi, begitu juga dengan Torabika Soccer Championship ini dimana untuk saat ini telah menjalin kerjasama sponsor dengan Torabika dan IM3 Ooredoo.

Kedua sponsor tersebut membantu dalam hal pendanaan kepada pihak penyelenggara, dan sebagai gantinya nama keduanya akan tercantum dan diselipkan di nama kompetisi ini menjadi ” Torabika Soccer Championship Presented by IM3 Ooredoo “

Selain kedua sponsor utama tersebut TSC juga menjalin kerjasama lainnya dengan Bank BTN dan Sido Muncul.

Untuk bagian hak siar sendiri dimenangkan oleh grup Elang Mahkota Teknologi ( EMTEK ) yang memiliki anak perusahaan yaitu SCTV dan Indosiar, sehingga untuk seluruh pertandingan TSC A 2016 ini akan disiarkan melalui kedua televisi swastas tersebut.

Stadion Peserta

TSC A yang di ikuti oleh 18 klub juga sudah mendaftarkan nama-nama stadion tempat mereka akan melakukan partai kandangnya, artinya tidak ada tim yang berbagi kandang di tahun 2016 ini.

Namun kemungkinan besar akan terjadi pergantian stadion yang akan berlaku untuk beberapa klub, misalnya adalah Persija Jakarta yang hanya akan menggunakan stadion utama Gelora Bung Karno hingga bulan Juni saja, mengingat GBK akan direnovasi demi persiapan Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan Asian Games 2018.

Daftar Stadion Peserta TSC A

Stadion Kanjuruhan, Malang (Arema Cronus)
Stadion Si Jalak Harupat, Soreang (Persib Bandung)
Stadion Siliwangi, Bandung (PS TNI)
Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta / Wibawa Mukti, Cikarang / Manahan, Solo (Persija Jakarta)
Stadion Mandala, Jayapura (Persipura Jayapura)
Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang (Sriwijaya FC)
Stadion Mattoanging (Andi Mattalatta), Makassar (PSM Makassar)
Stadion Aji Imbut, Tenggarong (Mitra Kukar)
Stadion H. Agus Salim, Padang (Semen Padang)
Stadion Parikesit, Balikpapan (Persiba Balikpapan)
Stadion Segiri, Samarinda (Pusamania Borneo FC)
Stadion 17 Mei, Banjarmasin (Barito Putera)
Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar (Bali United FC)
Stadion Gelora Delta Sidoarjo (Bhayangkara Surabaya United)
Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan (Madura United FC)
Stadion Marora, Serui (Perseru Serui)
Stadion Surajaya, Lamongan (Persela Lamongan)
Stadion Petrokimia Gresik, Gresik (Gresik United)

Sumber :

  • IndonesiaSoccerChampionship
  • Goal.com
  • Bola.com
  • dan berbagai sumber lainnya